Cheap Web Hosting | Top Web Hosting Services | Help for Troubled Teens

 


 

"Eliminasi ELiminasi" 

Nantikan karya 

Jones Abdullah 

berikutnya

di blog ini

 

 


  Never  Judge a book by is cover

(there something happen about Ina / part two)

siang jam 10.15 saat Joe abis pulang dari TPS 47 di free York side, dia berpapasan ama adiknya Ina, tumben anak itu sadar ikut nyoblos biasanya sih Ina paling susah kalau udah berurusan dengan politik, atau disuruh ngikut milih salah satu kandidat, pemilu kemaren aja dia malah nongkrong di warnet seharian.

Ina tuh sebenarnya tipe Indie (free styles) yang gak bisa dipengaruhi oleh siapapun, jadi kalau masalah ideologi atau pahamnya sempat diusik, dia bakalan ngamuk.Liat aja sepulang nyoblos kayaknya muka Ina cemberut aja, udah gitu digodain dikit dia malah pasang muka jutek abis.

Udah nyampe di rumah Ina langsung menuju kamar Joe, tadinya Joe sangkain tu anak mo curhat atau paling nggak minta duit buat ke Time Zone di Gading, eh ini malah Joe diserang abis abisan pake kata kata makian, udah gitu kamar Joe diacak acak dan koleksi CD musik Joe dibongkar.

"mana kaset linkin park gue, trus poster Audio Slave gue, ama kaos three Doors Down gue, balikin sini" sungut Ina dengan juteknya di depan pintu Joe.

Udah gitu semua milik Ina yang Joe pinjam juga udah diambil secara paksa, CD Nikle Back, Limp Bizkit,Korn,POD,Lanny Kravitz,Splender,The Calling,Slip Not,Blink 182, 

abis ngacak ngacak kamar Joe, Ina langsung ngeloyor pergi tak lupa mencomot Mini compo yang ada di meja Joe. Joe pusing sendiri, Aneh! tiba tiba anak itu kayak kesambet setan sampai koleksi CD joe berhamburan, kamar Joe jadi acak acakan.Kayaknya emang Ina lagi seneg, tapi kalau kesal akibat semalam tim kesayangannya Portuhgal kalah dari Yunani di partai final Euro 2004, ngapain juga Joe kena imbasnya?

Joe jadi nggak tenang melihat keadaan kamarnya tersebut ditambah perlakuan Ina yang udah kelewat batas.Joe segera menghampiri adiknya tersebut dengan pasang muka manis.

"Ada apasih Na, kok kamu jadi marahan gitu ama saya?"

"Gue kecewa sama elo Joe, asli gue kecewa banget " sahut Ina cuek tanpa menoleh dikit pun ,dia malah asik maen play station

"Lho kok gitu sih?, gak ada angin, gak ada ujan kok elo tiba tiba marah gitu ke gue, lagian loe kecewa karna apa? diputusin lagi ama si Pinot?" Joe duduk disebelah Ina, tiba tiba Ina buang muka trus rebahan, kemudian malah muter musik kencang kencang sambil jejingkrakan diatas kasur ngikutin lagu Numb nya Linkin Park yang mulai mengalun kencang

I'm tired of being what you want me tobe

feeling so faithless, lost under the surface.

I don't Know what you're expecting of me

Put under the pressure of walking in your shoes

I've become so numb

I can't feel you there

become so numb, so much more aware

mendadak sterio setnya mati, suasana kemudian hening sesaat bersamaan dengan neneknya muncul di depan pintu berdiri dengan sorot mata tajam menatap Joe dan Ina secara bergantian

"Udah magrib bukannya pada sholat, "

"kamu tuh udah gede Joe, nggak bisa diem dikit apa?"crocos neneknya

"Kok Joe sih yang disalahin, ada juga dia tuh!" Protes Joe sambil nunjuk ke si Ina.

"Pokoknya nenek gak mau tau, mo Ina, mo kamu, nenek nggak mau denger lagi ada ribut ribut kayak tadi" gerutu neneknya sambil ngeloyor pergi.

"Tuh kan gara gara elo sih" joe langsung ngejitak pala adiknya, membuat wajah Ina kontan bersemu memerah kayak kepiting rebus.

"Ada juga elo, tau gak, gue pikir tuh elo bisa gue andalin, gue jadiin teladan, "

"Gue pikir tadinya kita bisa kompakan lagi kayak dulu, sebagai sodara seharusnya kita satu pendapat, tapi gue nggak nyangka, gue kecewa berat ama elo Joe !" Sahut Ina sembari sesenggukan, malah kini makin kencang membuat Joe panik buru buru nutup pintu takut kalau neneknya sempet denger.

"Aduh diem dong Na, Elo kenapa sih kok tiba tiba jadi cengeng kayak gitu?" Joe panik berusaha membujuk Ina untuk diam.

"Tadi waktu nyoblos gue liat elo beda pendapat ama gue"

"Kok bisa sih Joe, seharusnya elo satu suara ama gue, kompak nggak maen sendiri sendiri"

"Kok sekarang pake bawa bawa soal nyoblos sih?"tanya Joe makin bingung.

"Iya loe tuh seharusnya kompakan ama Ina milih dia!"

"Na, kita tuh beda pendapat bukan berarti kita mesti saling musuhan, elo bebas milih yang elo yakini, dan gue bebas milih apa yang gue yakini "Jelas Joe mirip anggota KPPS.

"Tapi elo nggak tahu kalau apa yang gue pilih itu emang benar benar gue yakin bisa, kharismatik, berwibawa, tenang dan sabar" Ina mendadak makin sesenggukan kencang.

"Gue jadi ingat bokap!" Sela Ina sambil terisak.

Joe akhirnya yakin sekarang kalau ternyata Ina tuh kecewa karena pendapat Joe ama dia tuh lain, belon lagi ama neneknya yang juga punya pilihan lain, pantesan aja Ina sedari kemarin maksa neneknya untuk ikutan dengan pilihannya dia, sampai sampai Ina pake ngancam segala untuk memboikot nggak mau makan nasi goreng buatan neneknya kalau saja neneknya itu tetap pada pilihannya, padahal neneknya juga punya pilihan sendiri yang dia yakini bisa mengayomi dan ngertiin para kaum perempuan dan lansia.

Ina emang terlalu gampang iba dan kasihan dengan penampilan luar dari seseorang, padahal kita tuh gak tau wajah ganteng, berwibawa, sabar, mungkin saja adalah suatu hiasan yang bisa suatu saat berubah, wajah emang bisa di bentuk dan bisa domodifikasi namun hati yang keras tidak, justru untuk nyelamatin negara kita yang udah kacau balau kita perlu seseorang yang berani menyuarakan kebenaran,kritis dan lantang memberantas kebatilan, anti korupsi . dimana Korupsi di negara kita  emang udah sangat sangat parah, 

kita emang mudah terkecoh ama penampilan luar, wajah memelas. polos, murah senyum belum tentu menggambarkan pribadi dan sifat yang sebenarnya, ada benarnya juga tuh pepatah yang berbunyi

" Never JUDGE a BOOK by is cover "

Sampai malam Ina masih cemberut aja, ternyata Ina tuh tertarik ama capres pilihannya karena tampangnya mirip banget ama bokap, membuat Joe jadi teringat ama bokapnya yang entah kini dimana, emang bokapnya adalah sosok berhati tegar, berwibawa, simpatik , walau akhirnya nggak bisa menahan beliau untuk tetap bertahan, setelah kepergian mamanya, bokapnya seakan kehilangan kepercayaan,  dan menjadi sangat lemah, Joe emang nggak terlalu menyalahkan sikap mamanya yang justru memilih laki laki lain sebagai pendamping hidupnya, bahtera rumah tangga yang mereka jalin hampir selama lima belas tahun itu emang nggak bisa jadi patokan, Joe juga nggak terlalu ngejudge mamanya sebagai perempuan yang nggak bisa menempatkan dirinya sebagai ibu rumah tangga yang baik, karena kita emang nggak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka, dan mereka punya hak untuk mengakhiri semuanya dengan manis walau tanpa mereka sadari dibelakang mereka ada Joe dan Ina kedua anak mereka yang menjadi korban dari keputusan mereka untuk bercerai.

Walau kadangJoe rindu ama bokapnya, namun sikapnya yang gak gentle, dan nggak bertanggung jawab ama nasib anak anaknya justru itu yang bikin Joe benci ama kelakuan beliau.sungguh nggak mencerminkan sikap sebagai seorang pemimpin.

 

Joe termenung seorang diri dalam kamarnya seharusnya emang dia gak benci sama bokapnya namun Joe sangat mendambakan pigur seorang pemimpin yang lantang, berani dan kritis menyuarakan kebenaran.Pigur  seperti itu emang kita perlukan sekarang, kapan lagi nasib bangsa ini harus berubah kalau gak sekarang saat nya, moga moga saja pilihan Joe gak salah karena Joe yakin kebenaran emang jalan yang diridhoi oleh Allah, dan paling dibenci oleh beberapa orang yang masih saja berharap berpesta pora diatas penderitaan rakyat kecil,

dari balik kamar Joe mengalun lagu nikel back

 

It's not like you to say sorry
I was waiting on a different story
This time I'm mistaken
For handing you a heart worth breakin'
I've been wrong, I've been down
Been to the bottom of every bottle
These five words in my head
Scream "Are we having fun yet?"

Yet?, Yet?, Yet?, no no

Yet?, Yet?, Yet?, no no

akankah nasib bangsa ini berubah?,......

Wallahu alam bissawab

 

Back to

 

 

 

 


 
 
       

<< July 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
  01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




 Jones Abdullah Production 2004

 

Everything about JOE 

 sincere, intelligent,
dependable, caring of
other `s, funny, ambitions,
truthful, honest,
likes to take
end be in pictures, 
I am outgoing, romantic,
affectionate, lovable,
passionate, friendly,
kind , nice,
sincere guy,
I know I have faults 
but I try
to overcome them,
have a very big heart
but I want to
share it with 
someone special,
considerate of others
before himself,
calm, caring each other,
thinking the other `s 
before himself,
rarely going out to Club,
I like stay be quite 
at my rooms
cos all my master 
piece out from there 

Personal Information

Profession : writer 
star sign : Pisces 
Height : 5' 7" (170 cm) 
Body Type : Average 
Ethnic Origins : Asian 
Hair : Black 
Eyes : Black
Scene : Casual 

Smoke : Yes 
Drink : Occasionally 
Drugs : Never