Novel

 
 
 

 

     
   
   
Debu'

halaman 1

Free York,20 Februari 1978
kehidupan bagai debu yang berterbangan,
bagai gelombang menghempas tak beraturan,
bagai buih menggelepar tak berjiwa......

Kehidupan bagai pekat yang tak tertembuskan
oleh mata yang telanjang
gelap bagaikan hamparan kelam tak bergaris,
gulita  tak berpanorama

kehidupan bagaikan debu yang berterbangan tak bertujuan
dihembuskan oleh angin tak berhaluan
disapu oleh hati yang tak bernurani
dibasuh oleh jiwa jiwa yang tak bermoral

Kehidupan bagaikan debu debu 
berterbangan tak berarah.....
  Pelabuhan Tanjoeng Priok 10:15 siang
Debu berjejalan turun dari sebuah kapal kayu
setelah hampir dua minggu lamanya terombang 
ambing oleh badai lautan, dengan hanya membayar
dengan sehelai jaketnya yang lusuh, debu 
akhirnya bisa juga masuk menyelusup diantara 
jejalan kaki kaki yang kokoh yang tengah mondar
mandir menaikan barang............
dan hampir dua minggu sesekali debu keluar dari
tumpukan semen untuk menghirup udara segar
dan memuntahkan air liurnya yang kecut karena 
memang isi perutnya hanya air setelah dua 
minggu lamanya dia nggak makan, cuma kepada
Aco anak buah kapal yang sesekali memberinya
makanan kering yang mereka sebut jepa,panganan
dari singkong yang digiling halus kemudian di
keringkan itu mesti di seduh dulu air panas..
namun ini lautan, debu hanya mencelupnya dengan
air laut yang asin dan akhirnya rasanyapun asin
Debu hanya berharap Kelam sahabatnya sudah ada
di deretan orang orang yang lalu lalang,
karena kepada kelam lah dia mengharapkan
tumpangan, baginya jakarta memang sama sekali
asing bagi debu, yang dia ingat hanya sebatas
liburannya seminggu, setahun yang lalu, dan
debu diperkenalkan dengan sosok gadis di dekat
stasiun Priok, yah hanya stasiun Priok yang
debu tahu benar areanya, dan sepanjang rel
pela-pela deretan warung remang remang dimana
kelam biasa menghabiskan malam disana dengan
bergelas gelas arak, bukan topi miring,atau
brandy yang sedikit berkelas, karena kelam
memang hanya tahu dan terbiasa dengan arak
dan gerbong bisu menjadi saksi waktu itu
dimana debu telah menorehkan benihnya pada Nista
nama gadis itu, dan setahun kemudian dikabarkan
oleh kelam,Nista telah melahirkan seorang bayi
yang dinamakan badai...........
			halaman 1
    	

 


 
 
 @joenes Abdullah Production 2003          
 Back             		       Next