Novel

 
 
 

 

     
   
   
Debu'

halaman 2

Badai....sebuah nama yang indah...
Debu nyaris tak percaya bahwa hasil dari buah
kasih yang nggak pernah mereka harapkan itu
bisa melahirkan seorang anak bernama
badai...
debu sudah tak sabaran untuk segera melihat
wajahya...bagaimana rupa
badai,sebuah rupa
dari perpaduan sunda dan
bugis makassar...


Namun
Debu kembali merasa ragu, akankah Nista 
mau menerimanya kembali, karena meninggalkannya
selama setahun dalam keadaan mengandung, tanpa
memberi kabar, tanpa santunan yang memang sangat
diharapkan
Nista......Debu nggak seharusnya
menemui kembali
Nista di Priok,dia seharusnya
mengubur kenangan itu walau kenangan manis yang
berlangsung singkat itu telah berbuntut 
panjang, karena hadir persoalan baru, masalah baru
Badai terlahir ditengah kebimbangan, kepada siapa
dia akan mengharap?
 
Tiba tiba pundaknya dipegang dari belakang..
debu mundur dua langkah, "
Kelam? "
"saya seharusnya gak usah memanggil kamu kembali!"
"saya seharusnya gak  memberi kamu kabar,
akhirnya saya menghadirkan persoalan persoalan
baru kedalam diri kamu sendiri
Debu..."
Kelam terlihat bingung....

" Saya nggak mengerti kata kata kamu?"
"justru kedatangan saya kesini untuk memastikan
apakah badai itu benar anak saya, kamu tahu
saya sudah mempertaruhkan nyawa saya hanya karena
badai?" " Dua minggu saya nyaris mati dan dikem
balikan dengan hanya jasad yang tiba kalau
saja saya nggak punya harapan dan tekad...
saya kemari untuk menengok
Nista,apa kabarnya dia?"

Kelam terdiam sesaat.bibirnya terkatup rapat
"mendingan kamu istirahat saja dulu"
Kelam berlalu sambil membopong tas ransel debu
"hai!"teriak
debu berusaha menjajaki langkah langkah Kelam
"kamu nggak menjawab pertanyaanku barusan?"
"bagaimana
Nista? Apakabarnya dia?"
"Dia bukan siapa siapamu lagi"
jawaban
Kelam yang singkat nyaris menjebolkan dadanya
"apa maksudnya dia bukan siapa siapamu lagi?"
"
Debu masih banyak yang harus kamu lakukan,selain
menghujamku dengan pertanyaan pertanyaan tolol itu"
"ada masanya untuk aku jawab...kamu istirahat saja dulu"
Kelam meletakkan ransel debu disebuah bale bambu.
tak lama kemudian dia melemparkan kunci kearah
Debu

"kamu mandi, dan istirahat, tunggu aku kembali"

Debu menggeleng pelan,ditatapinya punggung kelam
yang kian menjauh...sebuah punggung anak nelayan
makassar


 
 
 @joenes Abdullah Production 2003          
 Back             		       Next