![]() |
Novel Debu' |
![]() |
||
![]() |
Entah bagaimana, setelah kilatan kilatan yang berikutnya setelah gemuruh gemuruh selanjutnya, Debu
dan Nista keduanya
terasuki oleh sebuah napsu tak terkendalikan oleh raungan
raungan yang melenguh tak tertahankan
Debu memegang erat tangan Nista,gadis itu menggigil kaku
merangkul
dengkul sesekali mereka bertatapan. Langit
seakan murka .......... Bibir
Nista terkatup rapat....dari sinar yang remang remang
dari balik sinar kilat yang masih menyambar nyambar masih
nampak jelas wajah Nista menggigil Debu
akhirnya tak tega membiarkan anak itu "Kamu
pasti kedinginan?" Debu
seakan berbicara sendiri,Nista masih tertunduk asik
bermain dengan gerai gerai rambutnya yang basah
sebuah
suara menggelegar bagai letusan sebuah Canon dan
akhirnya mereka bertatapan terdiam,kedua wajahnya hanya
dibatasi oleh 10cm jaraknya. Entah bagaimana, setelah kilatan kilatan yang berikutnya setelah gemuruh gemuruh selanjutnya, Debu
dan Nista keduanya
terasuki oleh sebuah napsu tak terkendalikan oleh raungan
raungan yang melenguh tak tertahankan beberapa
saat mata bening itu nyaris lengket kesebuah ada
bola bola bening bergulir....diatas wajah yang keletihan
disisinya Debu terkapar dengan angan angan tak beratap
matanya menerawang sepertiganya tak berfokus Debu
masih mengumpulkan sisa sisa memorinya tentang
nafsunya yang diluapkan pada gadis yang saat itu ada
didekapannya...Nista hanya bisa menangis dan perempuan
memang hanya bisa meratap saat tahu akan nasibnya, dan
setelahnya dia hanya bisa menerima pasrah seperti
seonggok bubur yang disodorkan dingin dingin tak ada
sesuatu yang bisa dinikmati....hanya bisa mengisi perut
juga tanpa harus kenyang, karena bubur hanyaseonggok
cairan yang meleleh,lumat dan lembek Debu
duduk terpaku dihadapan Nista semuanya memang telah terjadi @joenes abdullah production |