Novel Debu'

 
 

"kala Pagi menjemput"



Pagi baru saja datang menjemput....
saat embun pergi disapu mentari
menyingsing harapan


ternyata kemauan kemauan yang tak pernah berkesudahan harus ditelan

dengan kegundahan yang berentet...

Menyisiri kengiluan yang mulai tersebar
keuluh uluh hati.....

Free york yang sepi,

"aku pikir cuma kamu yang bisa menghargai dia
sebagai seorang wanita"

"Bukan sebagai seonggok debu yang bisa saja ditempelkan kemudian ditepiskan"



FREE YORK 9:00PAGI

Kelam menghujamkan keris persis di wajah Debu..
anak itu sungguh tidak sedang bercanda......
ada bara dimatanya,dan ada segurat kebencian
beraroma arak.

"kau apakan Nista?"
"aku pikir cuma kamu yang bisa menghargai dia
sebagai seorang wanita"

"Bukan sebagai seonggok debu yang bisa saja ditempelkan kemudian ditepiskan"

Debu mundur merapat ke dinding,rupanya Kelam masih belum bangun dalam alam tak sadarnya.

"lam ...dengar aku nggak menyentuh gadis itu sumpah?"

"bagaimana aku mempercayaimu?"
"menyobek mulutmu dengan kris ini?"
"menikam sebilah keris ini ke dalam dadamu?

"Sumpah lam, kita hanya menunggu hujan reda"

Kelam membuang keris itu keluar, mengumpat dan
meneriakkan kata kata serapah,

"bajingan!!!!......"bangsat!, kecoa,coro....!!!!!!"


"tidak mungkin wajah gadis itu muram"
"dan tak mungkin pagi ini dia nggak menjajakan makanan seperti biasa kalau saja tidak terjadi apa apa semalam"

"jujur saja katakan padaku,sebelum aku benar benar
membunuhmu!!!!kamu pikir aku takut untuk berbuat nekat"


"tatap wajah ku,kamu apakan dia semalam"

Debu terdiam, "maaf Lam! semalam saya kehilangan akal"

akhirnya Debu mengaku dihadapan kepalan tangan Kelam yang sudah begitu dekat keujung hidungnya,kerah bajunya nyaris robek di renggut paksa oleh Kelam,

"aku semalam memang telah menoreh luka pada Nista"

"tapi sungguh...itu bukan kemauan kita berdua"

"ada pihak ketiga yang sengaja menghasut akal sehatku....melenyapkan logika dan mengacak pikiran jernihku"

"kamu jangan membawa bawa nama orang ketiga,

siapa orang ketiga itu?..bukan kah kalian cuma berdua?"

"kalaupun itu syaitan maksud kamu,apakah pantas

Syaitan disebut orang? syaitan terlalu berharga disamakan dengan manusia..syaitan adalah syaitan dan kamu adalah kamu...."

Kelam mengkatup giginya dengan geram

"aku pikir cuma kamu orang yang bisa membiarkan Nista tumbuh seperti apa adanya"

"aku pikir cuma kamu yang bisa menjaga batas batas kewajaran antara seorang pria dan wanita yang semua orang telah melompatinya dengan jauh.....terlalu jauh"

"hingga gadis itu benar benar gak ada lagi harganya dimata kamu"

"aku ternyata salah menduga kamu selama ini"

"aku kecewa .....sama kamu de-bu!!!!"

Kelam melepaskan renggutannya di kerah baju De-bu dan kemudian tanpa Debu sadari....

Kelam menghantam pintu sehingga lagit lagit bergetar, ada butir butir keringat mengucur
di wajah Kelam,setelah itu sekujur tubuh Kelam bergetar lalu jatuh tersungkur....menggelepar

Debu segera menghampiri wajah kelam yang berbuih

"Kelam....!!!! Kelam!!!!"

Debu panik bukan main,berusaha menenagkan pikirannya yang kalut.penyakit ayan Kelam kumat lagi
dia hanya mengikat pergelangan kakinya kuat kuat
dengan sarung di sebelahnya.

membiarkannya terkapar, menggelepar,dan berbuih
sebuah penyiksaan diri yang sungguh teramat sakit
tapi itu adalah jalan yang terbaik yang Debu bisa lakukan,menatapnya dalam keadaan sekarat,walau itu cuma berlangsung sesaat tapi debu bisa merasakan kepedihan yang teramat sangat yang dialami Kelam

Debu duduk di sisi bale dengan mata menerawang
menatap tubuh kelam yang masih menggelepar...........
menggelepar............dan menggelepar


@joenes abdullah production