|
Free York , Malam menjelang pagi
00:20
Hal
menyedihkan dalam hidup ialah bila kau
bertemu seseorang lalu jatuh cinta,
hanya
kemudian pada akhirnya kau menyadari bahwa dia bukanlah
bagian dari hidupmu dan kau telah menyia nyiakan semua
waktumu untuknya dan menjadi tidak berarti.
.
Debu jatuh sempoyongan dan berlutut ke tanah
disisi gerbong,keringatnya bercucuran
nafasnya tersengal sengal.
Semua harapannya terasa sirna,
gak ada lagi yang mesti diharapkan
pela pela warung remang remang di kala malam
tempat terakhirnya mencari pengharapan
namun semua yang dikabarkan oleh Kelam
memang tak satupun berisi akan kebenaran.
Dan Debu baru tersadar, behwa mempercayai
orang mabuk sama saja mempercayai omongan syaitan
gak ada yang bisa ditemukan kebenarannya
cuma pengsesatan secara sempurna
bukankah setan diciptakan untuk itu?
menyesatkan manusia? tapi orang mabuk
diciptakan untuk apa?
Debu bersandar di gerbong memeluk kedua lututnya
"kemana kamu nista?" debu mengepal tanah
dan melemparkannya dengan kuat kuat
memungut batu dan melontarkannya
mencabuti apa yang bisa dicabut,
menghempaskan apa yang bisa dihempaskan
meninju,menendang,teriak hampir kesurupan
"bajingan tengik!!!!
tiba tiba suara menggelegar menyembul dari balik gerbong
dua
pasang manusia yang nyaris tak berpakaian sehelaipun
berdiri dipintu gerbong,yang wanita menutup dadanya dan
kemaluannya
sementara yang lelaki membiarkan semuanya terbuka
masih untung cahaya rembulan malam itu disapu awan
dan tak satupun cahaya cahaya lainnya yang nampak
Pela pela memang sepi kala itu.....
tadi sore seseorang mengabarkan bahwa akan ada razia
minuman keras,perjudian,praktek seks,dan gadis gadis
malam dan bahkan kejamnya lagi, sang pembawa issue dengan
teganya mengatakan bahwa pela pela akan dibumi hanguskan
Debu secepatnya memilih minggat dan berlari
sementara sepasang kekasih yang berada dalam
gerbong masih menggerutu mengutuk dengan seribu
serapah, makian,cercaan....
karena ereksinya terganggu
bahkan mereka jadi nggak berhasrat lagi
untuk melanjutkan sisa kemesraan yang
sempat terputus, kalaupun diteruskan
mungkin tak senikmat dan sehot saat pembukaan
Debu melangkah lemas membuka pintu yang
memang tak terkunci,di bale bambu Kelam tergeletak
telanjang dada mengorok dengan mulut ternganga,
tanpa memperdulikan angin malam
yang begitu menusuk tulang...Kelam kelihatan pulas
setelah seharian menggerutu dengan kata kata makian
Ditatapinya kembali surat dari mamanya
adakalanya memang Debu harus mengikuti kata kata mamanya
Debu
memang harus pulang....karena semakin lama
dia bertahan di Jakarta, semakin lebar luka yang akan dia
bawa...Debu tak ingin memperpanjang kesengsaraan menambah
beban yang harus dia tampung dibenaknya
Toh
Nista semakin sulit untuk didapati
Kelam satu satunya yang bisa dikorek
keterangannya kini malah sering
mencerca,merancu dengan kata kata
yang nggak ada ujung pangkalnya,karena Kelam
hanya tahu memaki saat mabuk dan terdiam saat dia
tersadar...
Kelam
justru sama galaunya
dengan debu..mungkin Kelam hanya ingin berbagi rasa
dengan sahabatnya turut merasakan kegelisahan Debu
atau ini sekedar perlawanan atas penolakan Kelam
terhadap perilaku Debu? Debu yakin kalau Kelam
juga mencintai Nista...namun tidak dihadapan Debu
Karena Debu telah lebih dulu mengambil dan mendapatkannya
Kelam hanya tidak punya keberanian
untuk mengutarakan isi hatinya, Kelam hanya
berani pada botol botol yang tak bernyawa
menemaninya dari pagi sampai malam
Yah
kadang debu berpikir,ingin menjadi
orang seperti Kelam yang justru sangat bahagia
karena dia membiarkan kehidupannya lepas
mengelena tanpa batas tanpa harus ada ikatan ikatan
tanpa harus ada aturan aturan, karena sejak kecil
memang kebebasan itu telah menjadi miliknya seutuhnya
Dunianya
adalah dunia suka suka,seenaknya
Tidur seenaknya,pulang seenaknya,minum seenaknya
Debu
terpaku dengan seribu kegalauan
keputusan terakhirnya adalah pergi secepatnya
melepaskan seribu kenangan dibenaknya
bukankah hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kita
bertemu seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada
akhirnya kita menyadari bahwa dia bukanlah bagian darii
hidup ini dan kita telah menyia nyia kan seluruh waktu
untuknya kemudian menjadi tak berarti .
Kalau
saja sekarang sudah tak pantas untuk dikenang
maka sampai kapanpun tak akan pernah berarti
biarkan Nista pergi dan lupakan semuanya......
@joenes abdullah
production
 
|